Tahun lalu (September 2013), Q mengikuti kegiatan Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Mencoba untuk memberanikan diri berada di luar Jawa (4 the 1st time).
Walaupun latar belakangku adalah seorang karateka
dan Anggota Menwa, Aku ini Lemah (baca: Penakut) à
Q ditugasi di Kab. Kep. Sangihe, Sulawesi Utara bukan di Nunukan, Talaud maupun
Kupang [Alhamdulillah]
Q ingin ditugasi setidaknya bersama 1 teman SM3T,
Tapi faktanya Q ditugaskan sendiri di SMK Baramuli Tamako. Sedih… sangat sedih…
hari berganti hari, selalu Q pertanyakan kenapa tidak berdua dengan teman yang
lain? Kenapa tidak tinggal sendiri seperti teman lain?
Tapi ternyata:
1. Kalo ditempati berdua, mungkin akan ada konflik
mengingat sifat-sifat Q yang terbilang keras, blak-blakan bila tidak suka,
tidak mudah membenci tapi sekalinya benci akan lama waktunya [Alhamdulillah Q
tidak ditugasi berdua]
2. Kalo Q tinggal sendiri,
a. Q akan tinggal di rumah dinas SMK Baramuli Tamako yang letaknya tidak berdekatan langsung dengan rumah warga, tidak terbayang seberapa besar rasa takut yang selalu menghantui setiap hari baik malam maupun siang [Alhamdulillah Q tinggal dengan keluarga Sahadiri-Malamtiga, Terima kasih opa, ibu & bapak sehingga Q bisa mengurungkan niat untuk tinggal disana waktu awal kedatangan]
b. Q tidak dapat tambahan keluarga yang sangat baik, seperti:
a. Q akan tinggal di rumah dinas SMK Baramuli Tamako yang letaknya tidak berdekatan langsung dengan rumah warga, tidak terbayang seberapa besar rasa takut yang selalu menghantui setiap hari baik malam maupun siang [Alhamdulillah Q tinggal dengan keluarga Sahadiri-Malamtiga, Terima kasih opa, ibu & bapak sehingga Q bisa mengurungkan niat untuk tinggal disana waktu awal kedatangan]
b. Q tidak dapat tambahan keluarga yang sangat baik, seperti:
- Opa
Yang sangat pekerja keras & sangat baik bahkan hingga membangunkan sahur
- Ibu
Yang selalu memberiku masukan tentang kegiatan-kegiatan & selalu berusaha menyelesaikan tugas walaupun kurang mendapat reward
- Bapak
Yang care dengan apa yang Q lakukan & membantu mengisi hari-hari dengan kesenangan-kesenangan bersama anggota keluarga lainnya
- Jesika & Nafa

Yang selalu mengisi kehampaan dengan keceriaan-keceriaan di rumah
- K’ Tirsa & K’ Demsy
Yang sangat pekerja keras & sangat baik bahkan hingga membangunkan sahur- Ibu
Yang selalu memberiku masukan tentang kegiatan-kegiatan & selalu berusaha menyelesaikan tugas walaupun kurang mendapat reward- Bapak
Yang care dengan apa yang Q lakukan & membantu mengisi hari-hari dengan kesenangan-kesenangan bersama anggota keluarga lainnya- Jesika & Nafa

Yang selalu mengisi kehampaan dengan keceriaan-keceriaan di rumah- K’ Tirsa & K’ Demsy
K’ Tirsa, Qt Pe KK yang selalu bersedia menemani kalo Q takut sendiri menunggu anak-anak dating kegiatanK’Demsy, Yang selalu membantu melatih & sharing ilmu karate
c. Mungkin Q akan pasif di sekolah, hanya menjadi SeLang (Sekolah-Pulang-Sekolah-Pulang)
d. Tidak akan memiliki gambaran bagaimana beratnya amanat & tanggung jawab seorang wakil kepala sekolah
e. Tidak akan menikmati indahnya beberapa pantai di Sangihe
f. Akan mengalami sindrom anak kos-an
g. & kalau Q tinggal di keluarga lain, belum tentu sebaik keluarga disini yang bias menerima diri Q yang memiliki banyak kekurangan ini (Bakaca dari pengalaman teman-teman lainnya)
[Alhamdulillah]
Kenapa ditempatkan di SMK? Q belum tahu materi kimia SMK bagaimana. Q belum pernah mengajar anak SMK. Tapi ternyata, tidak jauh berbeda. & kalau di tempatkan di SMA, pasti tidak ajab tenang memikirkan bagaimana anak-anak mengerjakan soal UN kimia.hehehe [Alhamdulillah]
Kenapa di SMK Baramuli Tamako? Bukan di SMK lainnya? Ternyata banyak pelajaran & manfaat yang bias dipetik selama mengabdi di SMK ini, beberapa diantaranya:
1. Memperkuat mental Q dengan “Bekerja di Bawah Tekanan”. Asing? Tidak. Karna memang sebelumnya di Menwa seperti itu. Down? Pasti ada, karna masih dalam proses penguatan mental. Ikhlas… karna tidak sedikit orang sukses yang berhasil melalui ujian itu, mengingat tidak selalu semua proses akan berjalan dengan mulus tanpa halangan. Kehidupan ini keras!
2. Melatih disiplin diri Q sendiri. Berhubung ini SMK backgroundnya kelautan & perikanan, pasti akan mengaplikasikan kedisiplinan model sekolah kedinasa #PikirQ. Tapi ternyata masih jauh dari model kedinasan. It’s OK, masih ada kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Agar siswanya berubah menjadi disiplin, gurunya pun juga harus memberikan contoh disiplin diri yang benar. Disinilah Q menggigit bibirQ untuk tetap menyadarkan Q untuk kuat ikut memberikan contoh disiplin diri yang baik. Sulit? Pasti. Tapi percaya hal ini pun akan merubah diriQ menjadi pribadi yang lebih baik.
3. Ilmu Q bermanfaat, baik ilmu pengetahuan maupun karate. Walaupun hanya sedikit ilmu yang Q miliki, tidak bias membayangkan bila tidak ada kegiatan bimbel tambahan dan ekskul karate. Karna bias menyaksikan anak-anak yang semangat dating ulang ke sekolah setelah lelah belajar sealam PBM, melihat anak-anak yang antusias untuk bias menguasai materi, berkumpul dengan mereka yang rajin, hebat & gokil merupakan pertolongan pertama rasa sepi ini karna jauh dari keluarga Q sendiri.
4. Tidak mendapat rapot merah (kata Bapak Kepsek). Bila benar, Alhamdulillah. Nilai merah ada karna sering tidak menjalankan tugas. Bila dilihat dari posisiQ, tidak mungkin Q tidak menjalankan tugas mengingat sosok pemimpin yang tegas & disiplin. Karna itu, Q tidak memungkiri bahwa di balik kesuksesan seorang bawahan, ada sosol pemimpin yang hebat.
[Alhamdulillah]
Terima kasih banyak ya Allah, telah mengizinkanku memperoleh pengalaman yang luar biasa ini. Semoga masih banyak kesempatan yang Q miliki untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar